PEMUDA DAN GLOBALISASI

Sejak genderang globalisasi dimainkan, perkembangan media -media informatika  menjadi salah satu tonggak perubahan sosial. Kebebasan menembus batas – batas suku, bangsa dan negara. Kita akui perkembangan itu membawa dampak positif yang luar biasa seperti kemudahan akses informasi ke belahan bumi mana pun yang tak mengenal batas. Akan tetapi perkembangan positif itu bak dua sisi mata uang dengan ekses – ekses negatifnya seperti terkikisnya budaya-budaya lokal yang arif dan bijaksana dan diganti dengan budaya oportunis hedonis, akibat dari hilang nya sekat-sekat teritorial suku bangsa bahkan negara itu.

Ekses paling nyata dari perkembangatawuran_pelajar_ilustrasi_110311133807n ini adalah pada generasi muda bangsa. Saat ini kebanyakan generasi muda kita terjebak pada budaya – budaya hedonis ( malas, tidak visioner, free seks, narkoba, tawuran, santai dan tidak bertanggung jawab ), sementara pemuda ideal ( berkarya, visioner, berintegritas, pempunyai kepedulian sosial)  yang diharapkan mampu membawa perubahan yang positif  pada bangsa dan negara prosentasenya semakin sedikit, ini kemudian membawa bangsa kita pada kondisi yang memprihatinkan, semakin tertinggal, amburadul dan tidak kompetitif.

Pertanyaan berikutnya siapa yang bertanggung jawab dengan ini semua ? Sebenarnya ekses negatif itu tidak akan berdampak luar biasa apabila generasi muda kita tersyahadatkan ( memiliki kesadaran otentik ) akan peran dan tanggung jawabnya sebagai generasi muda penerus bangsa, berintegritas, visioner, dan mampu mengapresiasikan budaya – budaya yang berkembang saat ini. Yang mana itu semua tidak datang dengan tiba – tiba, perlu proses dan dukungan dari semua pihak, negara misalnya sebagai kekuasaan tertinggi harus menjamin keberlangsungan kesehatan, pendidikan dan aspek – aspek lain yang berkaitan. Selain itu institusi –  institusi pendidikan wajib merumuskan metode – metode, strategi – strategi pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Selain kedua elemen itu organisasi -organisasi kepemudaan baik yang berada dibawah naungan partai politik, organisasi massa seperti Nahdlatul Ulama ( NU ) yang memiliki Badan Otonom (BANOM) kepemudaan seperti IPNU, IPPNU, FATAYAT, ANSHOR, ataupun organisasi kepemudaan independen seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) mampu merekrut dan menjadi wadah bagi pemuda – pemudi yang ingin berproses menemukan jati diri dan mengintegritaskan dirinya.tptp

Seperti yang dilakukan  oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan saat ini dengan kegiatan formal, non formal dan informal. Menawarkan nilai – nilai dasar ASWAJAnya ( ahlussunah wal jamaah ) sebagai tawaran dasar pembentukan karakter pemuda bangsa. Adapun nilai – nilai itu adalah Tawasut ( ke-independenan ) tidak mudah terombang – ambing dalam berbagai situasi dan kondisi zaman. Tawazun ( seimbang ) disini menawarkan konsep keseimbangan antara aspek keduniaan ( berkarya ) dan keakhiratan ( keikhlasan, tidak kapitalistik ). Tasamuh ( toleransi ) menerima dan menghargai perbedaan yang terjadi di semua aspek kehidupan terutama Agama ( perbedaan adalah keharusan dan rahmat ), dimana saat ini perbedaan – perbedaan itu disinyalir menjadi faktor utama perpecahan bangsa. Ta’adul ( keadilan ) selalu berusaha bersikap adil dan berusaha mendorong terwujudnya masyarakat yang berkeadilan disemua aspek kehidupan.

Nilai dan kegiatan diatas diharapkan mampu membantu akselerasi pembentukan paradigma dan penemuan jati diri pemuda, yang kemudian melahirkan generasi muda yang berintegritas dan mampu menjadi kreator dan aktor perubahan sosial budaya (seiring gema dan gaung gederang globalisasi yang terlanjur ditabuh),  yang tetap berpijak pada akar budaya bangsa Indonesia yang arif dan bijaksana.

SALAM PERGERAKAN

DANNY  JINGGA

Posted on Desember 4, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: