Halal Bi Halal dan Peringati Kemerdekaan RI Ke-69 Bersama GP ANSOR Pacitan Bersholawat

10367563_266055363585223_6407671375222228894_nJum’at, 15 Agustus 2014, sejak sore hari jamaah sudah mulai tumpah ruah di alun-alun kabupaten pacitan. Mereka berdatangan dari berbagai pelosok di kabupaten pacitan bahkan banyak juga yang berasal dari kabupaten di sekitar pacitan seperti Ponorogo, Wonogiri dan Trenggalek. Kedatangan jamaah ini yaitu ingin bersolawat bersama, berdoa bersama untuk menunjukan kecintaanya kepada Rosul yang akan di pandu oleh KH Ali Shodiqin dari semarang. Acara yang sangat meriah ini juga dihadiri oleh bupati pacitan, sekda kabupaten pacitan dan kapolres pacitan, dan juga di hadiri oleh sesepuh Kabupaten Pacitan KH. Umar Said dari Donorojo.

Acara ini diawali dengan parade duror se Kabupaten Pacitan dan di buka secara langsung oleh Bupati Pacitan, dalam sambutanya Indartato (Bupati Pacitan) menyapa seluruh warga Kabupaten Pacitan yang telah menunjukan antusiasmenya dalam memperingati kemerdekaan RI yang ke-69, beliau juga berpesan bahwasanya salah satu hal yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan adalah menjaga keutuhan negara republik Indonesia, disampaikan juga bahwa warga masyarakat harus berpegang teguh pada PBNU (Pancasila, Bineka tunggal ika, NKRI, Undang-undang 1945) agar keutuhan bangsa ini tetap terjaga.

Dalam rangka halal bi halal dan HUT RI ke-69 yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini juga di rangkaikan dengan deklarasi Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang di nahkodai H. Irfan Hidayat oleh Ketua Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pacitan. “Harapanya agar kedepan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dapat menjadi mitra Nahdlatul Ulama dalam menjalan berbagai program dalam rangka siar Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah”, papar Mahmud (Ketua NU Pacitan) dalam sambutanya.

Seperti biasa sebagai ciri khas pengajian KH. Ali Shodiqin selalu disertai dengan lantunan-lantunan Sholawat Nabi yang di iringi oleh group sholawat semut ireng, dan selalu menyerukan Islam Indonesia, apapun fahamnya, apapun golonganya keutuhan indonesia adalah harga mati. Kajian dari Ustadz yang nyentrik ini sangat sederhana sehingga mudah diterima semua golongan kemudian selalu di tutup dengan doa yang diikiti semua jamaah dengan khidmat, tepat pukul 02:00 sabtu dini hari acara selesai dengan tanpa halangan apapun.

Oleh : PC PMII Pacitan

Posted on Agustus 17, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: