PMII dan GMNI Kabupaten Pacitan Serentak Menolak RUU PILKADA

10696437_279260648931361_2737391473344545409_nKamis, 18 september 2014, merupakan hari yang dipilih oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk menyuarakan sikap tegas terhadap RUU PILKADA yang dianggap merampas hak fundamental rakyat yaitu hak memilih dan dipilih. Menurut kedua organisasi kemahasiswaan tersebut hari ini tidak seharusnya sistem demokrasi di indonesia yang semakin dewasa ini kemudian dirubah dan dikembalikan kepada sistem demokrasi yang pada awal masa reformasi dianggap tidak efektif.

Dalam aksinya puluhan aktivis kampus tersebut menggelar long march dari kantor cabang PMII Pacitan menuju perempatan penceng kemudian menuju gedung DPRD Kabupaten Pacitan. Di gedug dewan masa menyampaikan orasinya dan berusaha untuk masuk kedalam gedung untuk menemui wakil rakyat namun usaha tersebut berhasin dihalangi oleh ratusan aparat yang berjaga. “tidak ada satupun opini dari pemerintah yang masuk akal dan dapat diterima untuk merubah sistem pemilihan kepala daerah, jika pilkada dirubah melalui parlemen tidak ada jaminan persoalan-persoalan demokrasi dinegeri ini teratasi justru akan memperparah keadaan, apalagi keputusan ini diambil ketika para elit di negeri ini sedang dalam keadaan labil” terang septian dwi cahyo saat berorasi.

Setelah melalui beberapa tahapan negosiasi akhirnya perwakilan dari masa diizinkan untuk masuk menemui wakil rakyat, namun audiensi digedung dewan yang diharapkan mendapat dukungan menolak RUU PILKADA tidak membuahkan hasil, dan hal ini membuat masa mahasiswa ini kecewa. “anggota dewan tidak selebihnya sebuah robot sehingga untuk mengucapkan kata hatinyapun masih menunggu instruksi” teriak salah satu orator ketika selesai audiensi.

Merasa unjuk rasa di DPRD mengecewakan karena tidak membuahkan hasil dukungan, masa kemudian bergeser ke pendopo untuk meminta dukungan penolakan terhadap RUU PILKADA kepada bupati pacitan. Suasana sempat memanas ketika tidak ada tanggapan dari pihak pendopo kabupaten bahkan masa meneriaki bupati pacitan jangan bersembunyi dibalik tembok milik rakyat. Namun beberapa saat kemudian negosiasi menghasilkan keputusan dan semua masa diizinkan masuk untuk menemui bupati pacitan Indartato. Setelah mendengarkan tuntutan masa kemudian bupatu pacitan menyampaikan tanggapanya, “Terkait RUU PILKADA kami atas nama bupati Pacitan sepakat untuk menolak pemilihan kepala daerah melalui parlemen bahkan melalui asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia (APKASI) kami sudah menyatakan sikap tegas menolak RUU PILKADA”, ujar indartato.

Hal ini menjadi angin segar bagi masa pendemo karena telah mendapatkan dukungan sikap tegas dari bupati pacitan. Setelah hampir satu jam audiensi akhirnya masa kembali kejalan melanjutkan long march menuju kantor cabang PMII Pacitan.

Posted on September 18, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: