LAKPESDAM GELAR KONSOLIDASI KADER MUDA NU

gawat

Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) Cabang Pacitan menggelar konsolidasi kader muda Nahdlatul Ulama , Sabtu, 3 Januari 2015. Kegiatan tersebut di gelar di Sea View Restaurant, Tamperan, Sidoarjo dan dikuti oleh berbagai sector generasi muda NU Pacitan. Dari konsolidasi tersebut menghasdilkan berbagai rekomendasi untuk di sampaikan kepada PCNU Pacitan dalam rangka menghadapi muktamar NU ke 33 di Jombang bulan Agustus mendatang.

Kader muda yang hadir dalam konsolidasi kali ini merupakan kader-kader dari kecamatan-kecamatan meliputi Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU dan hadir pula Pengurus PMII Pacitan. Berbagai keluhan, curhatan, dan harapan kader-kader NU semua tersaji disini, mulai sistim pengkaderan, pendampingan umat serta pemberdayaan ekonomi semua terkupas tuntas.
Munaji (Ketua Lakpesdam) mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangatlah penting, namun kita sangat susah sekali untuk bisa bertemu maka dengan adanya forum ini kita bisa menggali informasi tentang kondisi riil umat NU di daerah, “ Lek ketemu ae ora pernah kapan awake iso berjuang bareng-bareng” ucapnya.

Hal senada di sampaikan salah satu peserta dari nawangan “namun ada satu hal yang harus segera dilakukan yaitu pendampingan umat ini harus masif sehingga umat ini merasa bahwa benar-bnenar diperhatikan oleh NU dan kemudian tidak tercerai berai, jadi perhatian adalah suatu hal yang paling utama” Ucapnya

Dari berbagai curahan isi hati kader-kader NU dapat di identifikasi berbagai persoalan yang ada salah satunya ada pengurus MWC NU yang sampai hari ini sudah dua tahun belum melaksanakan pelantikan sehingga program-program organisasi tidak berjalan. Jika kondisi seperti ini sampai tidak diketahui oleh pengurus di tingkatan yang lebih tinggi maka akan berlarut-larut dan dapat menjadi bukti bahwa ditubuh NU terdapat gap antara struktur dan kultur dan ini dapat membelah organisasi.

Septian (Ketua PMII) mengatakan “Bahwa slogan lama yang di gaung-gaungkan harus segera direlisasikan yaitu “Mengkulturkan Struktur” dan “Menstruktur Kultur” karena kultur adalah kekuatan NU jadi harus di maksimalkan betul dalam rangka mengembangkan organisasi bukan hanya berdasarkan pada kepentingan” ucapnya saat menyampaikan pendapat.

Posted on Januari 3, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: