NEGERI PARA PENDENDAM

ketua

Berawal dari dicalonkanya Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai calon tunggal orang nomor satu di jajaran Polri oleh presiden Republik Indonesia, kemudian ditetapkan oleh DPR dengan aklamasi  sebagai Kapolri, kini bangsa ini menjadi penuh drama dan sandiwara. Tepat sehari  sebelum budi gunawan di tetapkan menjadi kapolri, KPK lebih dulu menetapkan Budi Gunawan sebagai Tersangka atas Dugaan kepemilikan rekening gendut. Namun penetapan sebagai tersangka tersebut tidak mempengaruhi penetapan Budi Gunawan sebagai Kapolri dengan alasan DPR menggunakan asas praduga tidak bersalah.

Disinilah mulai muncul berbagai pertanyaan tentang seorang tersangka justru mendapat bonus berupa kenaikan jabatan. Nampaknya drama besar baru dimulai selang beberapa hari beredar foto tak senonoh ketua KPK (Abraham Samad) dengan seorang perempuan cantik beredar di dunia maya, entah siapa yang mengedarkan dan apa kepentingan pelaku  tidak diketahui. Namun isu tersebut segera terbantahkan seiring pendapat beberapa pakar telematika menyatakan foto tersebut editan alias palsu.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut pemberitaan cenderung mendingin, namun kembali memanas bahkan membara ketika salah seorang elit partai di negeri ini membuat sebuah lelucon namun cenderung memperkeruh suasana. Abraham Samad ( Ketua KPK) di tuding memanfaatkan jabatanya sebagai ketua KPK untuk bermanuver dalam pencalonan dirinya sebagai pendamping Jokowi dalam pilpres 2014 silam. Samad juga dituding berstatmet bahwa budi gunawan sebagai biang kegagalan dirinya maju sebagai cawapres pendamping jokowi.

Belum ada penjelasan lebih lanjut terkait tudingan-tudingan tersebut, jum’at pagi negeri ini dihebohkan dengan adanya penangkapan terhadap pimpinan KPK Bambang Widjoyanto (Wakil Ketua) oleh Bareskrim Mabes Polri dengan dugaan terlibat dalam kasus saksin palsu dalam sengketa pilkada Kota Waringin Barat, 2010 silam. Bambang Widjoyanto (BW) ditangkap dijalan setelah mengantarkan anak bungsunya sekolah, kemudian malamnya ditetapkan sebagai tersangka. Penangkapan terhadap salah satu petinggi KPK ini menuai banyak protes karena dinilai bertentangan dengan etika penangkapan dan bahkan dinilai melanggar ham.

Runtutan kejadian tersebut menjadi sebuah kejutan bagi masyarakat negeri ini, apakah ini kebetulan atau memang di buat-buat, itulah pertanyaan besar yang hari ini ada di benak mayoritas masyarakat, jika kejadian tersebut memang kebetulan dan benar-benar terbukti siapa lagi yang pantas untuk kita percayai. Yang kemudian menjadi dilema adalah jika rakyat tau bahwa rentetan kejadian ini hanyalah sebuah drama yang di buat karena adanya dendam diantara mereka. Apakah ini yang dimaksud dengan revolusi mental, pejabat negeri ini tidak lebih dari anak-anak yang berebut mainan, saling serang, saling melemahkan dan saling pukul.

Segala persoalan pasti ada dalangnya, jika kita runtut kebelakang masalah ini muncul sejak pencalonan BG sebagai kapolri, patut untuk kita pertanyakan, siapa sebenarnya BG sehingga Presiden Jokowi ngotot mencalonkanya sebagai kapolri, tentunya Jokowi faham bahwa keputusanya akan mennghantam tembok tebak KPK dan ini akan menurunkan reputasinya, namun mengapa tetap dilakukan…?. Pencalonan BG memperjelas adanya tarik menarik kepentingan dan intervensi tangan-tangan tak tampak dalam menentukan kebijakan di negeri ini.

Sebagai rakyat, Patut untuk kita tunggu klimaks dari sandiwara ini, yang pasti jangan main-main dengan rakyat karena kekuatan rakyat akan berubah segalanya. Ingat, politik bukan lagi medan untuk meraih kekuasaan tetapi “the authoritative allocation of values”(David Easton, 1953:129). Artinya, politik tidak  lain adalah sarana menebarkan nilai-nilai adiluhung kepada masyarakat luar melalui pos pos yang ada di struktur pemerintahan atau kenegaraan. Yang dimaksud nilai-nilai adiluhung adalah keadilan, kejujuran, kesederajatan, persamaan hak, penghargaan terhadap sesama manusia, toleransi dan semacamnya.

Posted on Januari 25, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: