KEMOLEKAN WISATA PACITAN KEMBALI DI PERKOSA

images.jpgHGJKHKJHILJILL;Beberapa tahun silam tentunya kita masih ingat bagaimana terjadi permasalahan antara El John dengan masyarakat sekitar pesisir pantai teleng ria yang berbuntut pemutusan kontrak El John sebagai pengelola kawasan wisata teleng ria. Namun pemutusan kontrak tersebut sepertinya hanya untuk meredam masalah sementara karena beberapa bulan kemudian El John kembali memenangkan tender sebagai pengelola baru pantai teleng ria.

Muncul beberapa pertanyaan, ada apa dengan El John kok dengan mudahnya memenangi tender ke dua padahal anak kecil pun tahu bahwa pada periode pertama dalam mengelola kawasan wisata penuh dengan masalah. Dalam hati sahabat-sahabat mahasiswa bertanya ada main apa El John dengan pemkab, namun pertanyaan tersebut sedikit luntur lantaran tersiar kabar dalam kontrak kali ini kesepakatanya berbeda dan El John bersedia memenuhi standar tinggi yang di minta pemkab pacitan.

Belum genap dua tahun, kini El John kembali berulah, bukan prestasi yang di perlihatkan justru sebuah kesalahan besar yang di perlihatkan kepada masyarakat pacitan. Tanpa sepengetahuan pemerintah kabupaten pacitan El Jhon membangun restoran tepat di bibir pantai, tepatnya bangunan permanen tersebut berdiri kokoh di tanah negara yang berjarak kurang dari 50 meter dari bibir pantai. Hal yang demikian ini jelas melanggar undang-undang karena menurut UU kepesisiran radiur 100 meter dari bibir pantai hanya di perbolehkan untuk pelabuhan dan tempat pelelangan ikan.

Melihat kejadian tersebut sampai hari ini pihak pemerintah belum melakukan tindakan apapun, bahkan terkesan santai walaupun dari pihan dewan sudah mengeluarkan statmen kekecewaanya terhadap perilaku El John. Jika melihat keadaan nampaknya tidak cukup jika hanya dengan statmen atau mengingatkan namun harus segera bertindak, karena ini melanggar aturan harus segera di bongkar.

Ini menjadi bukti bukan hanya menyalahi aturan namun El John juga melecehkan kewibawaan pemerintah daerah kabupaten pacitan, jika hal ini benar tidak ana konspirasi di dalamnya maka suatu saat masyarakat pacitan akan marah. Maka sebelum rakyat marah pemerinta harus mengambil sikap tegas, dan pemkab pacitan harus kembali memutar otak untuk menentukan sikap selanjutnya karena pepatah bilang “hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama”, jika tidak maka akan terus dikibuli.

Tentunya masyarakat yang peduli akan potensi wisata pacitan akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah terhadap pengelolaan pariwisata pacitan yang terkenal dengan kemolekanya, jangan sampai para penjajah terus menerus memperkosa keindahan wisata pacitan. Bukan hanya El John di luar sana penjajah siap menerkam kapan saja jika pemerintah daerah lengah.

Posted on April 1, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: