Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Siapa?

sapto 4Selasa, 15 Desember 2015 – Masih teringat kita bersama tepat tanggal 01 Oktober 2014 lalu, anggota DPR 2014-2019 telah diambil sumpah/janjinya. Kala itu pimpinan sementara DPR popong Otje Djunjunan berharap seluruh anggota DPR terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Sebelumnya, anggota DPR diambil sumpah/janjinya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Sejumlah perwakilan anggota DPR maju ke depan sidang. Masing-masing tokoh agama berdiri di samping para perwakilan anggota DPR terpilih itu dengan membawa kita suci.

Hatta membacakan sumpah yang diikuti seluruh Wakil Rakyat. Berikut isi sumpah/janji anggota DPR:

“Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji: bahwa saya, akan memenuhi kewajiban saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh, demi tegaknya kehidupan demokrasi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan; bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Namun hari ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan dan sumpah yang mereka ucapkan.

Sapto Pitoyo, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan mengatakan “dari rakyat mereka dipilih, oleh rakyat mereka diberikan amanah, tetapi untuk siapa mereka bekerja itu menjadi pertanyaan yang luar biasa bagi masyarakat”. masyarakat sudah jenuh dengan sandiwara politik yang diperlihatkan, retorika yang ditampilkan oleh para wakil rakyat hanyalah bagian sekenario untuk mempertahankan kekuasaan.

Senada hal di atas, Sapto juga mengatakan masyarakat hari ini pun juga sudah semakin cerdas dan dapat menilai bahwa tak semua anggota DPR terplih dapat mewakili aspirasi mereka. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bilamana hal ini terus terjadi, maka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara akan terus menurun dan berdampak terhadap keberlangsungan sebuah negara, ucapnya. (Sap)

Posted on Desember 15, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: