PMII Pacitan : Bola Panas Mengintip Siapa?

dfrKamis, 17 Desember 2015 – Prahara politik yang cukup sangat menguras perhatian masyarakat indonesia akhirnya menuju babak baru. Seperti hal yang kita ketahui bersama sidang mahkamah kehormatan dewan (MKD) digelar guna menindaklanjuti laporan Menteri Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said tentang pencatutan nama presiden dan wakil presiden.

Satu bulan penuh masyarakat Indonesia disuguhkan dengan drama “PAPA MINTA SAHAM” yang banyak melibatkan pejabat negara. Diantaranya SN selaku Ketua DPR RI, RC pengusaha minyak, MS Pimpinan Freeport.

Polemik ini berawal dari laporan menteri ESDM yang menyatakan bahwa ada skandal yang luar biasa besar sehingga bisa membuat gaduh kondisi politik di Indonesia. Satu persatu dari pada terlapor berdasarkan rekaman yang direkam oleh MS pun dipanggil oleh MKD.

Dinamika yang menarik, sebelum digelarnya sidang MKD ramai-ramai fraksi yang ada di MKD mengganti personelnya dengan sgala kontroversialnya. Setelah semua terlapor dipanggil secara bergantian dan sidang digelar terbuka, keanehan pun muncul. Sidang etik yang memanggil SN digelar tertutup, ini hal menjadi perhatian serius oleh masyarakat.

Dalam kesaksianya, SN menyangkal semua hal yang telah disampaikan oleh SS dan MS di MKD “bukti yang tak valid salah satu dalihnya”. Hal ini tentu dibantah keras oleh MS, karena MS tahu betul kejadian tersebut yang direkamnya atas inisiatornya sendiri.

Menjelang putusan MKD setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, tadi malam (16/12/2015) SN melalui kuasa hukumnya menyatakan mengundurkan diri dari pimpinan DPR RI. Langkah ini diambil oleh SN dengan dalih untuk menjaga harkat, martabat, dan kehormatan DPR RI.

Keputusan pun diambil oleh MKD, sejak tadi malam (16/12/2015) SN dinyatakan berhenti dari pimpinan DPR RI dengan berbagai pertimbangan dan surat yang ditujukan kepada MKD.

Sapto Pitoyo, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Inonesia (PMII) Pacitan menilai langkah yang diambil SN sudah telat. Seyogyanya persoalan ini bisa menjadi pembelajaran bersama khususnya para anggota dewan, bahwa sgala fungsi negara harus disesuaikan dengan amanat undang-undang yang telah dibuat.

Sapto juga menyerukan, momentum ini merupakan momentum yang sangat pas untuk dijadikan intropeksi lembaga negara, khususnya DPR RI. Penindakan hukum secara tegas, pembongkaran mafia minerba, migas dan pemberantasan korupsi hendaknya tidak pandang bulu. Hukum jangan tumpul keatas, tapi tajam kebawah.

Mafia migas masih berkeliaran bebas di negeri ini, secara tegas PC PMII Pacitan mendesak kepada seluruh penegak hukum di jakarta untuk bersinergi guna mengusut tuntas kasus “PAPA MINTA SAHAM” jangan sampai pengusutan kasus ini berhenti pada pengunduran SN, tetapi harus bisa menyasar oknum-oknum yang berada di balik layar selain SN. (Sap)

Posted on Desember 17, 2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: