Wujudkan Kaderisasi “PETANI” PC PMII Pacitan Kunjungi TTP

IMG_20160809_134214[1]Pacitan, Kamis 11 Agustus 2016  –  Di tengah kesungguhan pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan, ada kekhawatiran terhadap masa depan pertanian karena proses regenerisasi petani tidak berjalan. Saat ini sebagian besar petani telah berusia tua, sementara para pemuda enggan berprofesi sebagai petani.

Menyikapi hal itu PC PMII Pacitan mengambil inisitaif untuk menggerakkan kalangan muda, khususnya mahasiswa dan kader untuk kembali mencintai dunia pertanian. Melalui kunjungan ke TTP (Taman Tekhnologi Pertanian) yang berlokasi di desa pringkuku kecamatan pringkuku kabupaten pacitanguna terjadi proses regenerisasi petani sebagai pendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

Demikian benang merah yang mengemuka dari pengurus cabang pergerakan mahasiswa islam indonesia pacitan (PC PMII Pacitan) melalui forum diskusi yang telah berlangsung, memandang penting bahwa seharusnya mahasiswa tidak alergi lagi dengan yang namanya pertanian.

Menurut Sapto Pitoyo (Ketua Umum PC PMII Pacitan) proses regenerisasi petani saat ini tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Para pemuda enggan mendeklarasikan diri sebagai petani. “Di saat pemerintah berupaya meningkatkan produktivfitas hasil pertanian, regenerisasi petani justru tidak berjalan seperti yang diharapkan. Oleh karene itu, PC PMII Pacitan ingin berperan aktif dengan turut memberi edukasi dan menginisiasi kegiatan pemberdayaan pemuda di bidang pertanian, khususnya di daerah dan pedesaan.

Hal senada juga diungkapkan Endro fasilitator TTP, Menurutnya regenerisasi petani belum berjalan dengan baik. “Sekarang anak petani semakin jauh dari pertanian, kalau ini terus terjadi status Indonesia sebagai negara agraris akan hilang”, ujarnya. Ditambahkan, Indonesia pernah menerima penghargaan FAO karena pencapaian swasembada beras. Prestasi itu dicapai oleh petani yang saat itu berusia antara 30-40 tahun dan sekarang mereka telah berusia di atas 60 tahun. Ini usia yang tidak produktif untuk menerima tantangan di sektor pertanian. Bila tidak segera dilakukan regenerisasi maka beban sektor pertanian akan semakin berat.

Disisi yang lain sapto juga menilai, sekarang telah terjadi pergeseran ‘mind set’ di kalangan pemuda dengan tidak mau menjadi petani. Minat generasi muda untuk mengeluti aktivitas pertanian semakin berkurang. Bahkan banyak sarjana pertanian dan sarjana-sarjana yang ada di pacitan menganggur atau beralih jalur dengan bekerja di luar kota. “Hal ini tentu memprihatinkan di tengah semangat pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan”.

Di akhir kunjungan tersebut sapto mengatakan kedepan tidak hanya sebatas kunjungan semata, tetapi ada kegiatan real untuk mendorong agar supaya kader-kader pc pmii pacitan juga menggeluti bidang pertanian yang sudah semakin memprihatinkan ini.  Gayung bersambut endro selaku fasilitator TTP mengapresiasi langkah kader-kader muda PC PMII Pacitan ini yang peduli atas regenerisasi petani, dia juga menambahkan kami selalu terbuka untuk siapapun dan darimanapun unsur elemen masyarakat guna mengembangkan sektor pertanian agar kemandirian pangan di bidang pertanian ini bisa terwujud, tutupnya. (Pit)

Posted on Agustus 11, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: